Senin, 22 Oktober 2012

RUNTUHNYA KEKAISARAN ROMAWI

Diposkan oleh Sara Manarhaq di 02.08
Rounded Rectangle: Singkat cerita Ditandai dengan meninggalnya Marcus Aurelius pada tahun 180 M, raja-raja berkuasa selanjutnya juga merupakan kaisar-kaisar yang lemah, maka muncul suatu zaman yang disebut dengan zaman anarkhi militer (235-284 M). Zaman ini merupakan zaman yang penuh dengan konflik intern antara faksi-faksi militer sehingga menyebabkan stabilitas dan efisien pemerintahan hilang sehingga tidak heran bila dalam kurun waktu setengah abad terjadi hampir dua lusin pergantian kaisar dan yang mencengangkan adalah hanya satu kaisar yang meninggal secara wajar. Sedangkan lainnya mati dalam peperangan melawan sekutu yang memberontak atau dibunuh oleh tentaranya sendiri. ketertarikan tentara pada uang juga memicu runtuhnya Imperium Roma dan bangkitnya kekaisaran Persia dan serangan bangsa barbar di wilayah romawi yang keadaan pertahanannya sudah buruk, memperburuk keadaan ini. PENJABARAN MATERI

1.Runtuhnya Kekaisaran Romawi

A. Kaisar Yang Gagal

Rounded Rectangle: Singkat cerita Ditandai dengan meninggalnya Marcus Aurelius pada tahun 180 M, raja-raja berkuasa selanjutnya juga merupakan kaisar-kaisar yang lemah, maka muncul suatu zaman yang disebut dengan zaman anarkhi militer (235-284 M). Zaman ini merupakan zaman yang penuh dengan konflik intern antara faksi-faksi militer sehingga menyebabkan stabilitas dan efisien pemerintahan hilang sehingga tidak heran bila dalam kurun waktu setengah abad terjadi hampir dua lusin pergantian kaisar dan yang mencengangkan adalah hanya satu kaisar yang meninggal secara wajar. Sedangkan lainnya mati dalam peperangan melawan sekutu yang memberontak atau dibunuh oleh tentaranya sendiri. ketertarikan tentara pada uang juga memicu runtuhnya Imperium Roma dan bangkitnya kekaisaran Persia dan serangan bangsa barbar di wilayah romawi yang keadaan pertahanannya sudah buruk, memperburuk keadaan ini.

Rounded Rectangle: Singkat cerita Ditandai dengan meninggalnya Marcus Aurelius pada tahun 180 M, raja-raja berkuasa selanjutnya juga merupakan kaisar-kaisar yang lemah, maka muncul suatu zaman yang disebut dengan zaman anarkhi militer (235-284 M). Zaman ini merupakan zaman yang penuh dengan konflik intern antara faksi-faksi militer sehingga menyebabkan stabilitas dan efisien pemerintahan hilang sehingga tidak heran bila dalam kurun waktu setengah abad terjadi hampir dua lusin pergantian kaisar dan yang mencengangkan adalah hanya satu kaisar yang meninggal secara wajar. Sedangkan lainnya mati dalam peperangan melawan sekutu yang memberontak atau dibunuh oleh tentaranya sendiri. ketertarikan tentara pada uang juga memicu runtuhnya Imperium Roma dan bangkitnya kekaisaran Persia dan serangan bangsa barbar di wilayah romawi yang keadaan pertahanannya sudah buruk, memperburuk keadaan ini.

Imperium Roma telah menguasai daratan Eropa dan Timur Dekat selama hampir1000 taun. Ini tidak lepas dari kuatnya Pax Romana dan kontrol daerah yang kuat, tetapi memasuki tahun 180 M, Pax Romana yang telah memperkuat imperium roma, ini ditandai dengan meninggalnya Marcus Aurelius pada tahun 180 M. Penggantinya yang tidak lain adalah anaknya yang bernama Commodus (180-193 M) tidak mampu mengendalikan pemerintahan dengan baik. Hal ini dikarenakan Commodus tidak mempunyai bakat apapun selain pacuan kereta, perang dan perkelahian gladiator. Kecintaannya pada olahraga membuat prestise dan kewibawaan pemerintahan menurun drastis, disamping itu karena dia tidak begitu mempedulikan keselamatan pribadi membuat Commodus mati karena terbunuh.

Seperti juga Commodus, raja-raja berkuasa selanjutnya juga merupakan kaisar-kaisar yang lemah. Sehingga pada perkembangan selanjutnya muncul suatu zaman yang disebut dengan zaman anarkhi militer (235-284 M). Zaman ini merupakan zaman yang penuh dengan konflik intern antara faksi-faksi militer sehingga menyebabkan stabilitas dan efisien pemerintahan hilang sehingga tidak heran bila dalam kurun waktu setengah abad terjadi hampir dua lusin pergantian kaisar dan yang mencengangkan adalah hanya satu kaisar yang meninggal secara wajar. Sedangkan lainnya mati dalam peperangan melawan sekutu yang memberontak atau dibunuh oleh tentaranya sendiri.

Disamping hal-hal diatas, ketertarikan tentara pada uang juga memicu runtuhnya Imperium Roma. Ini dikarenakan para tentara telah mengabaikan tugasnya untuk menjaga kaisar dan lebih mementingkan kebutuhan uang beserta materil. Bangkitnya kekaisaran Persia dan serangan bangsa barbar di wilayah romawi yang keadaan pertahanannya sudah buruk, memperburuk keadaan ini.

B. Reformasi Sistem Pemerintahan

Oval: Runtuhnya Romawi mengakibatkan tata kehidupan bangsa-bangsa Eropa yang semula berkiblat pada hukum Romawi menjadi kacau. Anarkhi militer seperti yang dijelaskan diatas akan menjadikan keruntuhan total yang singkat jika tidak ada seorang kaisar yang kuat yang mampu menghentikannya. Kaisar kuat tersebut adalah Diacletianus (284-305 M) seorang veteran tentara. Ia mulai melakukan berbagai perubahan penting yang salah satu diantaranya adalah mensentralisasikan kekuasaan ke pusat yang sistemnya mirip prinsip oriental tradisional. Sistem pemerintah model tersebut juga dipraktekan oleh pengganti-penggantinya seperti Galerius (305-311 M) dan Constantine (306-337 M). Tetapi pada masa itu terjadi berbagai kebingungan karena kacaunya berbagai pertimbangan politik.

Diacletianus dan penerusnya tidak menghormati sistem republik yang dipraktekan oleh Augustus dan kaisar-kaisar lain sebelumnya. Mereka menghapuskan segala hak otonomi daerah dan memberikan kekuasaan absolut kepada gubernur-gubernur terhadap urusan-urusan lokal. Untuk membuat para gubernur lebih padu dan kompak Diacletianus menyusutkan provinsi agar mudah dalam pengontrolannya sehingga tidak heran bila jumlah provinsi meningkat tajam, sebelumnya ada 45 provinsi menjadi 101 provinsi Diocletanius juga membuat suatu badan yang bernama keuskupan yang menjadi lembaga perantara antara provinsi dengan pusat. Ia juga membagi kekaisaran menjadi 2 yaitu barat dan timur yang masing-masing mencakup beberapa keuskupan.

Diocletianus memindahkan ibukota kekaisaran belahan barat dari Roma ke Milan yang terletak di Italia Utara. Dia memilih Milan karena kota tersebut jauh dari intrik-intrik politik yang saling menjatuhkan seperti di Roma. Wilayah ini juga diluas perbatasan dimana ia berusaha untuk menumpas kaum barbar yang ada disana. Kota Roma peranannya menjadi berkurang karena banyak penduduknya yang pindah dan banyak banyak juga gedung yang rusak karena tidak terawat. Sedangkan Constantine menetapkan ibukota kekaisaran Romawi Timur di Byzantium yang kemudian ia rubah menjadi Konstantinopel.

Rounded Rectangle: Singkat cerita Sebab Kemunduran Roma Untuk mengatasi sebab keruntuhan Roma harus ditelusuri pada beberapa abad sebelum abad 4 dan 5 M. Dalam bidang militer kemunduran sudah terlihat pada abad 3 M seiring dengan proses regenerasi legiun, dan terlibatnya milter dalam urusan politik dan ekonomi. Dalam bidang politik kemunduran mulai nampak pada tahun 180 M dimana mulai ditinggalkannya sistem adopsi yang memicu timbulnya anarkhi militer dan pemaksaan secara sentralisasi oriental. Pada masa Diocletianus keadaan ekonomi sudah sangat parah keadaanya. Sistem kasta yang dipraktekan hanya bertujuan untuk mengatasi kekuatan-kekuatan dalam negeri yang dapat menggerogoti masyarakat Roma. Pertumbuhan penduduk yang semakin menurun juga menjadi pemicu keruntuhan Roma ini karena dengan berkurangnya penduduk maka berkurang pula pendapatan negara yang berasal dari pajak. Disamping itu kekeringan yang terjadi di Afrika Utara yang merupakan penyuplai gandum juga memicu keruntuhan Roma. Keadaan ekonomi negara yang kocar-kacir menjadikan penduduk Roma terjerumus ke dalam jurang kemiskinan. Standard hidup yang rendah dan munculnya ajaran agama baru yaitu Kristen yang lebih menekankan pada urusan hidup setelah mati membuat rasa nasionalisme penduduk Roma semakin meredup dan dengan digunakannya orang-orang Jerman sebagai tentara bayaran membuat semangat juang masyarakat Roma meredup, hal-hal inilah yang membuat kekaisaran romawi barat dengan mudah dikalahkan oleh bangsa barbar yang menyerang kekaisaran tersebut. Zaman kemunduran ini disebut zaman kegelapan (Dark Ages). Runtuhnya Romawi mengakibatkan tata kehidupan bangsa-bangsa Eropa yang semula berkiblat pada hukum Romawi menjadi kacau. Pembagian ini memiliki arti yang cukup penting karena pembagian ini didasarkan pada persamaan bahasa. Di Romawi Barat penduduknya menggunakan bahasa latin sedangkan di Timur menggunakan bahasa Yunani. Sehingga tidak heran bila pembagian ini mulai menggerogoti persatuan kekaisaran Romawi. Hal inilah yang nantinya menjadi jurang pemisah antara peradaban Eropa Barat dan Selatan yang lebih condong ke Romawi, dan peradaban Greco Oriental yang tersebar di Rusia dan daerah-daerah Balkan.

Untuk memperkuat pasukannya Diacletionus tidak mengizinkan para pemalas dan pembunuh masuk dalam legiun ketentaraan sehingga ia lebih suka menggunakan tentara bayaran yang terdiri dari orang asing yaitu orang-orang Jerman, jadi ia menghapuskan kebiasaan merekrut warga negara untuk menjadi tentara. Untuk menunjukkan kewibawaan raja, Diacletionus menggunakan kosep Persia yaitu mendudukkan raja sebagai seorang dewa, jubahnya yang dilapiasi emas mununjukkan wibawanya yang begitu tinggi dihadapan para dewa di bumi dan langit. Para pejabat juga memperoleh gelar-gelar yang agung seperti pejabat keuangan kini bergelar Pangeran yang mendapat anugerah suci dan dewan negara menjadi Dewan suci.

Diocletionus juga mencoba menyelamatkan perekonomian negara tetapi hal tersebut sia-sia. Nilai mata uang menurun drastis karena kaisar-kaisar pendahulunya menurunkan nilai pembuatan uang logam yakni mengurangi kuantitas logam mulia pada koin-koin itu. Dalam waktu singkat ia berusaha menstabilkan nilai logam dan kemudian kembali kepada praktek pengurangan nilai seperti sebelumnya, tetapi hasilnya sangat lain dari harapan karena nilai-nilai mata uang romawi merosot tajam dan harga barang-barang naik secara bersamaan usaha Diocletionus untuk mengendalikan inflasi dengan melakukan kontrol-kontrolnya atau harga menimbulkan munculnya pasar gelap dan kerusuhan-kerusuhan di kalangan para penjual dan pembeli.

Diocletianus berusaha untuk mengatasi keadaan krisis financial dengan menetapkan pajak yang tinggi kepada penduduk pajak-pajak tersebut ditarik dewan kota praja dan anggota curia. Apabila pajak tersebut tidak memenuhi ketentuan maka dewan kota praja dan anggota curia harus menambahkannya. Sehingga memicu bencana besar yang disebut Katastrofic, dimana banyak anggota curia dan dewan kota praja yang mengundurkan diri karena tidak mampu memenuhi pajak yang harus disetarakan kepada pemerintah. Dalam mengatasi masalah ini para kaisar penerus Diocletionus memaksa para curia dan dewan kota praja agar tetap menduduki jabatannya dan menetapkan bahwa jabatan tersebut turun temurun sehingga pada waktu itu jabatan curia yang sebelumnya dianggap sebagai kedudukan terhormat kini menjadi beban yang amat berat, jadi dengan demikian Diocletianus telah mulai menjalankan suatu kelompok sosial penting dalam kekaisaran.

Diocletianus dan para penerusnya melakukan hal serupa pada kelompok sosial lain yang akibatnya juga buruk misalnya kaum petani yang dipaksa untuk menanam gandum sebagai bahan pokok pembuatan roti yang nantinya akan disuplai ke pemerintah untuk dibagikan secara cuma-cuma di Roma seperti kasus sebelumnya pemerintah juga menerapkan staf, mereka turun temurun.

Diocletianus dan para penerusnya cenderung hendak menegakkan suatu sistem kasta seseorang boleh melakukan pekerjaan yang sama sepanjang hidupnya, anaknya harus meneruskan pekerjaan yang sama, hingga generasi demi generasi selanjutnya. Keadaan ini menjadi pemicu terjadinya konflik-konflik internal yang mulai menggerogoti kestabilan pemerintahan dan dalam keadaan serba kacau inilah datang serangan dari bangsa barbar (dalam pandangan masyarakat Romawi dan Yunani) seperti Goth, Vandal, Hunt, Ostrogath, Visigoth, Slavia, Gaul yang memicu runtuhnya kekaisaran romawi barat secara keseluruhan.

2.Berkembangnya Agama Nasrani dan Kristen

Double Bracket: Singkat cerita Agama Nasrani dan Kristen menyebar secara luas dan menjadi agama mayoritas, terpopuler dab dijunjung tinggi di kalangan bangsa Eropa Pada awal perkembanganya agama nasrani banyak mendapat tekanan dari pemerintah karena agama ini dianggap menyalahi kepercayaan setempat yang punya banyak dewa atau disebut polytheisme sedangkan agama nasrani lebih menjurus ke monotheisme tetapi pada perkembangan selanjutnya ajaran agama nasrani mampu berkembang cukup pesat pada golongan masyarakat bawah yang pada perkembangan selanjutnya para penguasa juga memulai memeluk agama ini. Ini tidak lain juga merupakan imbas dari kekacauan yang terjadi di kekaisaran Roma yang memicu tumbuhnya keinginan untuk memilih agama yang lebih baik dari agama yang dianut mereka sebelumnya sebagai pegangan hidup. Masyarakat Romawu sudah tidak percaya lagi pada dewa yang mereka sembah karena mereka sudah punya anggapan bahwa dewa-dewa tersebut tidak mampu menyelesaikan persoalan mereka.

Pada awal abad 4 M, Kaisar Roma yang bernama Konstatin memeluk agama nasrani dan melegalkan masyarakatnya untuk menganut agama nasrani. Dia melakukan hal itu karena saat bertempur dia melihat di angkasa salib dengan tulisan (dengan tanda ini engkau akan menang).Dan hal itu membuat ia yakin bahwa agama nasrani adalah agama yang benar. Pada saat itulah agama nasrani berkembang pesat tetapi sudah kehilangan bentuk aslinya.

Kini justru Romawi lah yang mempengaruhi agama tersebut. Pengaruh tersebut adalah adanya suatu organisasi yang memicu munculnya susunan organisasi gereja, dengan posisi tertinggi yaitu Paus. Gereja menjelma menjadi suatu negara tersendiri, dengan istana Paus di Vatikan yang menjadi pusat agama nasrani. Segala kekuasaan dalam gereja berasal dari pusat yang menjadikan Paus menjadi pemimpin tertinggi gereja yang tidak hanya mengurus masalah kerohanian saja tetapi juga sudah lebih ke politik.

Perkembangan agama Kristen yang begitu pesat ternyata menimbulkan banyak masalah baru, diantaranya yaitu banyak orang yang masuk Kristen hanya untuk menanamkan pengaruh di komunitas-komunitas Kristen tersebut, sehingga banyak orang yang masuk Kristen hanya ikut-ikutan saja tidak berdasarkan hati nurani. Melihat gejala sosial tersebut para pemeluk agama Kristen yang puritan sangat prihatin sehingga mereka mengundurkan diri dari dunia ramai dan menyepi ditempat-tempat seperti hutan, gunung, dan padang pasir sebagai pertapa. Hidup para pertapa itu serba sulit, namun mereka punya pengikut yang banyak, bahkan beberapa diantara mereka melakukan askekitisme yang cukup ekstrim. Diantara para pertapa yang terkenal itu adalah Santo Anthonius dari Mesir, dan Santo Simean Stylitus.

Namun cara hidup diatas dipandang oleh orang kebanyakan sebagai hal yang terlalu sulit untuk dilakukan sehingga pada perkembangan selanjutnya muncul gaya pertapaan baru yang diperkenalkan oleh Santo Pachomius. Cara baru ini adalah tetap bertapa dan menyendiri tetapi masih diharuskan untuk bekerja, dan berdoa dan membanca injil bersama-sama dengan sesama pertapa. Ini disebabkan karena dorongan alamiah seorang manusia untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan manusia lain. Tidak heran bila banyak pemeluk agama Kristen yang menerima ajaran ini dan beribu-ribu orang di Mesir hulu mengikuti tata cara Pachomius ini.

Tetapi pada perkembangan selanjutnya muncul lagi revolusi sistem pertapaan tapi sistem ini lebih mirip atau lebih baik disebut sistem kebiaraan. Pencetus cara baru ini adalah Santo Dasil yang menyebutkan bahwa seorang pertapa seharusnya orang yang hidup dilingkungan keagamaan, hidup bersama dalam suatu lingkungan peribadatan dilakukan juga bimbingan terhadap pembacaan Injil. Dengan cara ini muncul biara-biara yang fungsinya sebagai tempat peribadatan umat Nasrani.

Rounded Rectangle: Singkat cerita Dampak adanya Perang Salib adalah sebagai berikut. a. Jalur perdagangan Eropa dan Timur Tengah menjadi terputus. Apalagi dengan dikuasainya Konstantinopel, maka para pedagang Eropa mulai mencari jalan lain untuk mendapatkan rempah-rempah secara langsung. b. Bangsa Eropa mulai mengetahui kelemahan dan ketertinggalan mereka dari orang-orang Islam dan Timur, sehingga mereka mencoba untuk mengejar ketertinggalan itu dengan pengembangan Iptek secara besar-besaran. c. Adanya motif balas dendam di kalangan orang-orang Kristen terhadap orang muslim karena kekalahannya dalam peperangan di dunia Timur dalam rangka menguasai jalur perdagangan. Umat Nasrani sendiri memiliki seorang rasul yang bernama Yohannes yang meninggal sekitar tahun 101, dan dengan kematiannya ini menandai bahwa telah berakhir zaman apostolik(zaman rasul-rasul) kemudian muncul bapa-bapa apolistik yang dianggap menerima perintah khusus dari para rasul. Diantara para bapa apolistik itu yang sangat terkenal adalah St Clement, St Ignatius dan St Polycarpus. Setelah zaman para bapa apostolik, munculah para bapa gereja. Biasanya mereka adalah orang berwatak mulia dan berdisiplin tinggi. Karya-karya mereka lazim disebut patristik yang sangat berpengaruh pada Eropa abad pertengahan dan modern.

Beberapa bapa gereja tersebut adalah Uskup Eusebius, St Ambrosius, St Jeremius dan St Agustinus. Karya Eusebius yang paling terkenal adalah sejarah gereja yang menjadi acuan bagi karya-karya sejarah perkembangannya gereja oleh generasi selanjutnya. St Ambrosius yang dikenal sebagai Uskup Milan memperkenalkan hymne liturgi ke gereja. St Jeremies menciptakan karya yang sangat penting bagi gereja. Karya tersebut adalah terjemahan kitab perjanjian lama dan baru ke bahasa Latin. St Agustinus adalah penulis dan pemikir terbesar di kalangan gereja Kristen di Eropa. Karya tersebut diantarannya adalah Confessions(pengakuan-pengakuan), De Civitas dei, atau the city of God (kota Tuhan). Dengan perkembangan itulah agama Kristen berkembang dengan pesat didataran Eropa.

3. Perang Salib

Perang ini terjadi dengan melibatkan orang-orang Kristen Eropa yang berhadapan dengan orang Turki Seljuk dan orang-orang Arab. Disebut Perang Salib karena pasukan Kristen menggunakan tanda salib dalam pakaian mereka. Sementara bagi orang Islam, perang ini disebut dengan perang suci. Perang Salib berlangsung kurang lebih 200 tahun yang terbagi dalam tujuh periode.

Penyebab perang ini salah satunya memperebutkan kota suci Yerusalem. Pahlawan Islam yang terkenal dalam perang ini adalah Salahuddin Al Ayyubi yang berhasil merebut kembali Kota Yerusalem yang telah dikuasai kerajaan Kristen selama hampir 100 tahun. Salahuddin mengalahkan pasukan Salib dalam Perang Khitin. Selanjutnya Raja Inggris Richard The Lion Heart menghimpun kekuatan raja-raja Eropa untuk mengambil kembali Kota Yerusalem. Namun, mereka gagal dan pulang ke Eropa dengan membawa kekalahan.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Perang Salib adalah sebagai berikut.

a. Adanya larangan bagi peziarah-peziarah Kristen untuk mengunjungi Yerusalem.

b. Merebut Spanyol yang telah tujuh abad dikuasai oleh Dinasti Umayyah.

c. Paus Urbanus berusaha untuk mempersatukan kembali gereja Roma dengan gereja di Romawi Timur, seperti di Konstantinopel, Yerusalem, dan Aleksandria.

4. Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki Utsmani

Pada awalnya bangsa-bangsa Eropa memperoleh rempahrempah dari Asia, termasuk dari Indonesia melalui para pedagang muslim yang banyak berdagang di kawasan Laut Tengah. Akan tetapi, semua itu berubah pada tahun 1453 ketika Khalifah Utsmaniyah yang berpusat di Turki berhasil menguasai Konstantinopel yang sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Romawi–Byzantium. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani yang dipimpin Sultan Muhammad II menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa Eropa, terutama dalam bidang perdagangan. Oleh karena itu, bangsa-bangsa Eropa mulai berpikir untuk mencari daerah penghasil barang-barang yang dibutuhkannya, terutama rempah-rempah secara langsung.

5. Penjelajahan Samudra

Faktor-faktor yang mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra adalah sebagai berikut.

a. Teori Heliosentris dari Copernicus yang menyatakan bahwa bumi itu bulat mendorong kawan-kawan Copernicus ingin membuktikannya. Salah satunya ialah Ferdinand Magellan, pelaut pertama yang berhasil mengelilingi dunia dan membuktikan bahwa bumi memang bulat, serta laut-laut di bumi saling berhubungan. Teori ini membantah Teori Geosentris dari Ptolomeus yang menyatakan bumi datar.

b. Kisah perjalanan Marco Polo ke dunia Timur (Cina) yang tertuang dalam buku yang ditulis oleh temannya, Rustichello, yang berjudul The Travels of Marco Polo (Perjalanan Marco Polo). Selama ratusan tahun, catatan perjalanan Marco Polo ini menjadi sumber informasi tentang Cina bagi bangsa Eropa.

c. Penemuan kompas, mesiu, navigasi, peta, dan peralatan pelayaran.

d. Adanya ambisi untuk melaksanakan semboyan 3 G, yaitu gold (mencari emas atau kekayaan), glory (mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan), dan gospel (menunaikan tugas suci menyebarkan agama Nasrani).

Portugis dan Spanyol merupakan bangsa Eropa yang menjadi pelopor penjelajahan samudra. Semangat para pelaut inilah yang selanjutnya mendorong penjelajahan samudra oleh bangsa-bangsa Eropa lain.

a. Penjelajahan Portugis

Penjelajahan Portugis mempunyai tujuan untuk mendapatkan emas, rempah-rempah, memenangkan pertempuran, dan meraih jalan untuk mengepung saingan mereka dari kalangan pedagang Islam. Beberapa pelaut Portugis yang melakukan penjelajahan samudra adalah sebagai berikut.

d. Penjelajahan Belanda

Rounded Rectangle: Singkat cerita Pada masa imperialisme kuno, Portugis dan Spanyol merupakan dua kerajaan Katolik yang mempunyai kekuatan armada laut, teknologi navigasi, dan perkapalan yang maju dibanding negara-negara lainnya. Oleh karena itu, tidak heran jika kedua negara tersebut yang mengawali proses penjelajahan samudra. Salah satu faktor penyebab penjelajahan yang dilakukan oleh bangsa Belanda adalah adanya reformasi agama yang menyebabkan terjadinya perang selama 80 tahun dengan Spanyol. Belanda yang mengikuti paham reformasi tidak mau tunduk kepada Spanyol yang Katolik. Pada masa perang 80 tahun tersebut, Portugal yang disatukan oleh Raja Spanyol Philip II melakukan penekanan dengan melarang Belanda berdagang di Lisabon dengan asumsi bisa menghancurkan perekonomian Belanda. Namun, usaha itu tidak berhasil, tetapi justru membuat para pedagang dan pelaut Belanda mencari jalan sendiri ke sumbernya (Indonesia).

6. Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Rounded Rectangle: Singkat cerita Dengan perjanjian tersebut, maka para pedagang Portugis mulai mencari jalan berlayar ke arah timur untuk mencari rempahrempah, sedangkan para pedagang Spanyol berlayar ke arah barat (menuju Benua Amerika). Salah satu akibat dari Perjanjian Tordesillas adalah berkembangnya semboyan 3 G yaitu gospel, gold, dan glory. Perjanjian Saragosa di akibatkan bertemunya Portugis dan Spanyol di Maluku (karena bumi bulat). Dan perjanjian itulah yang mengawali penanaman kekuasasaan oleh portugis Kemajuan teknologi ditunjukkan dengan penemuan kompas, navigasi, mesiu, dan peralatan pelayaran. Hal itu terbukti dengan Penemuan Benua Amerika oleh Columbus atas bantuan Abdul Majid dengan teknologi kapal yang dimiliki oleh Spanyol. Sementara itu, bangsa Portugis juga berhasil menemukan teknologi kapal dan layar yang mengagumkan. Mereka telah menciptakan kapal yang memiliki kecepatan tinggi dalam mengarungi samudra yang dilengkapi dengan meriam sebagai senjata utama mereka.

7. Perjanjian Tordesillas (Tratado de Tordesillas) dan Perjanjian Saragosa

Keunggulan dalam teknologi navigasi dan perkapalan yang dimiliki Portugis dan Spanyol menimbulkan persaingan di antara keduanya dalam memperebutkan wilayah penjelajahan dan perdagangan semenjak tahun 1452. Oleh karena itu, pada tanggal 4 Juni 1474 di Tordesillas (suatu daerah dekat Madrid) diadakan perjanjian kesepakatan antara raja Spanyol dan raja Portugis dengan ditengahi oleh Paus Alexander VI (berasal dari Spanyol). Isi dari Perjanjian Tordesillas adalah pembagian arah pelayaran antara Spanyol dan Portugis. Dalam perjanjian tersebut, Spanyol memiliki hak perdagangan dan pelayaran ke arah barat, sementara Portugis ke arah timur. Perjanjian tersebut berlaku sampai 13 Januari 1750. Salah satu akibat dari Perjanjian Tordesillas adalah berkembangnya semboyan 3 G yaitu gospel, gold, dan glory.

            Perjanjian saragosa dilatarbelakangi oleh pertemuan orang Portugis dan Spanyol di Kepulauan Maluku. Portugis mendarat di Ternate, sementara Spanyol mendarat di Tidore. Ketika mereka bertemu, hampir saja terjadi pertempuran karena masingmasing menuduh telah melanggar Perjanjian Tordesillas. Akhirnya mereka membawa masalah tersebut ke Paus, sehingga Paus memperbarui perjanjian tersebut dengan Perjanjian Saragosa (22 April 1529).

Isi Perjanjian Saragosa adalah sebagai berikut.

a. Pedagang Portugis menguasai daerah perdagangan dari Maluku sampai ke Tanjung Harapan.

b. Pedagang Spanyol menguasai daerah perdagangan di Filipina. Dampak dari Perjanjian Saragosa adalah sebagai berikut.

a. Berubahnya dasar pemikiran tentang Bumi yang dulu dianggap berbentuk datar.

b. Maluku sebagai pusat perdagangan, sehingga menjadikannya terkenal dengan julukan “The richest islands of the world.”

c. Portugis mulai menanamkan kekuasaannya di Maluku dan memonopoli perdagangan di sana.

3. Proses Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia

Cornelis de Houtman memulai ekspedisi dengan membawa empat kapal dari Belanda dan tiba di Banten pada tahun 1596. Houtman membawa keuntungan yang besar sekembalinya ke Belanda. Oleh karena itu pada tahun 1598, para pedagang Belanda lain terdorong untuk pergi ke Indonesia. Belanda kembali melakukan ekspedisi ke Indonesia, kali ini dipimpin oleh Jacob van Neck.

Banyaknya ekspedisi menyebabkan terjadinya persaingan antara para pedagang. Untuk menghindari persaingan di antara para pedagang itu, Belanda membentuk VOC pada tahun 1602.

Pada tahun 1605 armada Belanda berhasil menghancurkan Portugis dan menguasai Ambon dengan kemenangan tersebut, Belanda mendapatkan konsesi dari Hitu dan mempunyai benteng yang didapatkan setelah mengalahkan Portugis, yaitu Benteng Victoria serta mengusir para misionaris Katolik. Belanda mendapatkan saingan baru di Ambon setelah Spanyol pada tahun 1606 menduduki Ternate dan Tidore. Sementara itu, persaingan dengan Inggris dimulai ketika pada tahun 1604 Henry Middetton tiba di Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda.

RANGKUMAN MATERI

Ditandai dengan meninggalnya Marcus Aurelius pada tahun 180 M, raja-raja berkuasa selanjutnya merupakan kaisar-kaisar yang lemah, maka muncul suatu zaman yang disebut dengan zaman anarkhi militer (235-284 M). Zaman ini merupakan zaman yang penuh dengan konflik intern antara faksi-faksi militer sehingga menyebabkan stabilitas dan efisien pemerintahan hilang sehingga tidak heran bila dalam kurun waktu setengah abad terjadi hampir dua lusin pergantian kaisar dan yang mencengangkan adalah hanya satu kaisar yang meninggal secara wajar. Sedangkan lainnya mati dalam peperangan melawan sekutu yang memberontak atau dibunuh oleh tentaranya sendiri. ketertarikan tentara pada uang juga memicu runtuhnya Imperium Roma dan bangkitnya kekaisaran Persia dan serangan bangsa barbar di wilayah romawi [yang keadaan pertahanannya sudah buruk], memperburuk keadaan ini.

 Dalam bidang politik kemunduran mulai nampak pada tahun 180 M dimana mulai ditinggalkannya sistem adopsi yang memicu timbulnya anarkhi militer dan pemaksaan secara sentralisasi oriental. Pada masa Diocletianus keadaan ekonomi sudah sangat parah keadaanya. Sistem kasta yang dipraktekan hanya bertujuan untuk mengatasi kekuatan-kekuatan dalam negeri yang dapat menggerogoti masyarakat Roma.

Pertumbuhan penduduk yang semakin menurun juga menjadi pemicu keruntuhan Roma ini karena dengan berkurangnya penduduk maka berkurang pula pendapatan negara yang berasal dari pajak. Disamping itu kekeringan yang terjadi di Afrika Utara yang merupakan penyuplai gandum juga memicu keruntuhan Roma. Keadaan ekonomi negara yang kocar-kacir menjadikan penduduk Roma terjerumus ke dalam jurang kemiskinan. Standard hidup yang rendah dan munculnya ajaran agama baru yaitu Kristen yang lebih menekankan pada urusan hidup setelah mati membuat rasa nasionalisme penduduk Roma semakin meredup dan dengan digunakannya orang-orang Jerman sebagai tentara bayaran membuat semangat juang masyarakat Roma meredup, hal-hal inilah yang membuat kekaisaran romawi barat dengan mudah dikalahkan oleh bangsa barbar yang menyerang kekaisaran tersebut. Zaman kemunduran ini disebut zaman kegelapan (Dark Ages). Runtuhnya Romawi mengakibatkan tata kehidupan bangsa-bangsa Eropa yang semula berkiblat pada hukum Romawi menjadi kacau.

Di sisi lain agama Nasrani dan Kristen menyebar secara luas dan menjadi agama mayoritas, terpopuler dan dijunjung tinggi di kalangan  bangsa Eropa. Inilah cikal-bakal terjadiya perang salib [berlangsung kurang lebih 200 tahun] antara muslim dan Kristen, yang berujung kekalahan orang-orang Kristen. Dampak adanya Perang Salib adalah sebagai berikut.

a. Jalur perdagangan Eropa dan Timur Tengah menjadi terputus. Apalagi dengan dikuasainya Konstantinopel, maka para pedagang Eropa mulai mencari jalan lain untuk mendapatkan rempah-rempah secara langsung.

b. Bangsa Eropa mulai mengetahui kelemahan dan ketertinggalan mereka dari orang-orang Islam dan Timur, sehingga mereka mencoba untuk mengejar ketertinggalan itu dengan pengembangan Iptek secara besar-besaran.

c. Adanya motif balas dendam di kalangan orang-orang Kristen terhadap orang muslim karena kekalahannya dalam peperangan di dunia Timur dalam rangka menguasai jalur perdagangan.

Portugis dan Spanyol merupakan dua kerajaan Katolik yang mempunyai kekuatan armada laut, teknologi navigasi, dan perkapalan yang maju dibanding negara-negara lainnya. Oleh karena itu, tidak heran jika kedua negara tersebut yang mengawali proses penjelajahan samudra.Karena kekuatan besar portugis dan spanyol mengakibatkan persaingan besar-besaran. Maka terciptalah suatu perjanjian yang di sebut Tordesillas. Dengan perjanjian tersebut, maka para pedagang Portugis mulai mencari jalan berlayar ke arah timur untuk mencari rempah-rempah, sedangkan para pedagang Spanyol berlayar ke arah barat (menuju Benua Amerika.

Perjanjian Saragosa di akibatkan bertemunya Portugis dan Spanyol di Maluku (karena bumi bulat). Isinya Portugis menguasai daerah Maluku sampai Tanjung Harapan dan Spanyol menguasai Filipina Dan perjanjian itulah yang mengawali penanaman kekuasasaan oleh portugis.

Cornelis de Houtman memulai ekspedisi dengan membawa empat kapal dari Belanda dan tiba di Banten pada tahun 1596. Houtman membawa keuntungan yang besar sekembalinya ke Belanda. Oleh karena itu pada tahun 1598, para pedagang Belanda lain terdorong untuk pergi ke Indonesia. Belanda kembali melakukan ekspedisi ke Indonesia, kali ini dipimpin oleh Jacob van Neck.

Banyaknya ekspedisi menyebabkan terjadinya persaingan antara para pedagang. Untuk menghindari persaingan di antara para pedagang itu, Belanda membentuk VOC pada tahun 1602.

Pada tahun 1605 armada Belanda berhasil menghancurkan Portugis dan menguasai Ambon. . Belanda mendapatkan saingan baru di Ambon setelah Spanyol pada tahun 1606 menduduki Ternate dan Tidore. Sementara itu, persaingan dengan Inggris dimulai ketika pada tahun 1604 Henry Middetton tiba di Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda.Dari sanalah kolonialisme mulai terjadi di Indone

Sia.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Coret Cerat Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos